Sabtu, 28 Agustus 2021

Membuat Lagu, Bantu Redakan Stres

Masa pandemi seperti saat ini, saya habiskan sebagian besar di rumah. Kerja dari rumah, sekolahnya anak-anak secara daring, komunikasi dengan kerabat hingga sanak saudara melalui video call, dan hanya bertemu dengan orang rumah yang sama setiap hari. Cukup melelahkan juga bila dilakukan dalam waktu yang lama. Apakah kawan juga merasakan hal yang sama ?

Tidak dipungkiri, melakukan hal yang sama, bertemu orang yang sama, tidak adanya variasi membuat kebosanan tersendiri. Ini bisa jadi awal mula dari stres. Dari Wikipedia bilang, stres adalah gangguan mental yang dihadapi seseorang akibat adanya tekanan. Hal ini karena merasa gagal dalam memenuhi kebutuhan atau keinginan nya.

Memang benar, tekanan ini bisa juga dijadikan motivasi untuk berusaha lebih keras. Sebagai motivasi. Tapi, apakah tiap orang bisa segera sadar akan hal itu, kawan ? Saya pikir tidak, butuh beberapa waktu untuk menyadari dan mengatasi kondisi seperti itu. Tapi, yang pertama saya sadari adalah, “saya sedang penuh saat ini, mungkin juga sedang stres.”

Disaat itulah saya mulai mencari cara agar bisa kembali “normal” mengalihkan sejenak dari rutinitas dan mencoba hal baru. Tiap orang pasti berbeda cara dalam berusaha meredakan stres. Tapi, kali ini saya akan bercerita hal baru yang sempat saya coba dan ternyata menyenangkan. Hal baru itu adalah membuat lagu.

Sama hal nya dengan mendengarkan musik, dalam prosesnya membuat lagu pun bisa mengalihkan fokus kita menurunkan kadar kortisol di tubuh. Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab sebagai respons terhadap stres (sumber : Kompas). Dan di jaman sekarang, teknologi bisa sangat membantu dalam pembuatan lagu tanpa harus mempunyai alat musik pun.

Saya hanya memakai aplikasi Bandlab

Awalnya saya pikir, saya perlu banyak barang dan biaya yang mahal dalam membuat lagu. Saya salah. Untuk menjadi kreatif kita hanya perlu ide dan bisa memanfaatkan apa yang ada untuk merealisasikan ide tersebut. Setelah mencari, akhirnya ketemu aplikasi Bandlab, powerfull, gratis dan tanpa iklan. Sebuah keindahan tersendiri menemukan aplikasi ini, kawan.

Ketika sudah ada di ponsel. Pelan-pelan saya pelajari dan mulai memilih instrumen untuk dimasukkan dalam setiap track nya. Mulai dari drum nya, gitar, melodi, sampai bass nya. Bahkan ada bunyi-bunyian lain yang biasa ada di berbagai jenis musik. Menurut saya, ini sudah cukup lengkap untuk memadukan untuk menjadi sebuah lagu.

Biasanya saya melakukan ini di sela-sela istirahat dalam pekerjaan atau ketika malam hari tanpa ada gangguan notifikasi email atau sosial media lainnya. Rasanya makin bersemangat ketika menemukan hal yang baru dan memasukkan kedalam bagian dari lagu. Mungkin ini yang dimaksud meredakan stres.

Saya lebih suka membuat lagu nya terlebih dahulu daripada liriknya, maka ketika lagunya sudah saya rasa cukup, tibalah saat membuat liriknya.

Lirik yang berasal dari kegelisahan.

Saya menulis tentang kegelisahan yang saya alami, tentang pandemi ini yang mengubah tatanan kebiasaan, tentang wabah yang menjadi penyebab orang-orang yang saya kenal meninggal, hingga tentang pentingnya kebersamaan dan memahami satu dengan yang lain. Saya coba tuangkan dalam lirik yang saya sesuaikan dengan irama lagunya.

Dalam prosesnya, ini seperti bentuk terapi yang saya lakukan. Menuangkan perasaan yang saya alami dalam lirik lalu berusaha menyanyikannya. Begitu lega rasanya. Uneg-uneg yang mungkin lama terpendam dihati dan tidak sempat untuk dibicarakan, sekarang telah menemukan jalannya untuk keluar dan meringankan beban yang saya alami.

Akhirnya saya melakukannya, bernyanyi lagu sendiri
Tinggal menghayati apa yang saya tulis, lalu menyanyikannya. Tampak aneh memang, banyak yang fals. Tapi kembali lagi, ini lagu saya sendiri. Saya akan coba sebaik mungkin. Ketika rekaman suara selesai, saya dengarkan lagi secara utuh dengan lagunya, beberapa kali revisi, uji coba lagi, rekaman lagi. Dan jadilah lagu saya.

Saya dengarkan kembali berulang-ulang. Ada rasa yang beda dari sebelumnya. Rasa Bangga. Saya bisa membuat sedikit karya dalam hidup ini. Tidak terasa sudah terkumpul 5 lagu hasil karya sendiri. Saya rasa kalian perlu untuk mencobanya, kawan.

Memang dibutuhkan keberanian untuk mencoba hal baru di luar rutinitas yang biasa kita lakukan. Tapi, bila hal baru itu ternyata justru membawa dampak baik terhadap produktivitas dan kesehatan mental, kenapa tidak kita coba. Saya merasa lebih ringan dalam menjalani rutinitas, karena jadinya kembali ke rutinitas bisa menjadi hal yang baru juga setelah saya mengerjakan pembuatan lagu. Demikian juga ketika agak penat dengan pekerjaan rutin, membuat lagu jadi sebuah cara penyegaran. Mungkin kedepannya, saya akan menemukan dan melakukan hal baru lagi yang positif, kenapa tidak ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membuat Lagu, Bantu Redakan Stres

Masa pandemi seperti saat ini, saya habiskan sebagian besar di rumah. Kerja dari rumah, sekolahnya anak-anak secara daring, komunikasi denga...